
BINATANG yang paling terkenal ketika ini adalah tikus. Mungkin, sesetengah daripada anda pelik. Tetapi, ia benar-benar terjadi di sini. Maksudnya mudah, di rumah sendiri binatang ini seperti saja binatang peliharaan.
Ada dua perkara yang boleh dirungkaikan. Pertama, tikus seekor binatang perosak. Kedua, tikus seekor binatang yang mampu bekerja bersama manusia.
Tetapi, kedua-duanya mempunyai jawapan dan perspektif yang berbeza. Besar kemungkinan ianya amat merbahaya tetapi harus dipelihara. Namun, kaedahnya bagaimana?
Sila baca maklumat ini.
Dipetik daripada Apa Ada Pada Otak Tikus
Ada Apa Sebenarnya di Otak Tikus?
Beijing (ANTARA News) - Beberapa ilmuwan mengatakan, mereka telah mendapati sel jaringan di dalam otak tikus menyediakan sejenis petunjuk bagi ingatan di dalam sistem penempatan global internal, demikian laporan media yang dikutip Kantor Berita China (Xinhua), Senin.
Satu tikus kecil berwarna putih berlari melintasi kotak terbuka, dan mengambil sedikit coklat, kata ilmuwan di Norwegian University of Science and Technology, Trondheim, memperhatikan layar komputer penelitiannya.
Setiap kali tikus yang dipasangi elektroda tersebut bergerak ke tempat baru, beberapa syaraf di otaknya menyala dan suatu tanda dikirim ke komputer.
Di layar komputer, kekacauan jalur hitam menunjukkan di mana tikus itu berjalan, dan serangkaian titik merah menunjukkan kapan urat syaraf menyala.
Ketika teknisi yang mengerjakan komputer menerjemahkan jalur dan titik itu menjadi peta, semuanya membentuk persegi enam, jaringan segi-tiga sama kaki yang sempurna, kata Edvard Moser, Direktur Center for the Biology of Memory di universitas itu.
Sel jaringan tersebut yang diidentifikasi Moser dan timnya dari pola pencahayaan mengirim gelombang kejutan ke perhimpunan ahli syaraf. Mereka telah menemukan peta kognitif yang terus-menerus memperbarui informasi ruang mengenai lokasi tikus itu dan gerakan di dalam ruang.
Sel jaringan itu yang tergambar di layar komputer memberi sejenis indeks bagi daya ingat. Oleh karena semuanya berada di tempat yang sama dengan tempat penyakit Alzheimer berasal --jaringan otak entorthinal-- semua itu juga memberi kunci bagi ditemukannya jalan kembali bagi ingatan yang hilang, kata para ilmuwan tersebut.
Ulasan